P E T I K O I N B E R M A N T R A

Loading

Prinsip dan Konsep Program | Peti Koin Bermantra
shape
shape

Profil




Kebijakan dan Prinsip Program icon

Peti Koin Bermantra

01

Prinsip Program

  • Kebersinambungan (sustainability)
  • Komoditas atau subsektor yang dipilih harus menjadi sumber mata pencaharian bagi banyak orang miskin.
  • Perlu dilakukan identifikasi di mana kelompok miskin berada dan dilakukan pemilihan komoditas atau subsektor yang relevan untuk penghidupan mereka.
02

Advokasi Kebijakan, Regulasi, Infrastruktur

  • Kebijakan anggaran di Kabupaten
  • Kebijakan anggaran di Provinsi
  • Regulasi terkait pengembangan komoditas
  • Pembangunan infrastruktur terkait pengembangan komoditas di Kabupaten
  • Sinkronisasi program di Pusat, Provinsi, dan Kabupaten
03

Ruang Lingkup

PETI KOIN BERMANTRA dilaksanakan untuk kelompok masyarakat miskin yang produktif di desil 1 dan desil 2 bidang pertanian, peternakan, perikanan, perhutanan, perindustrian, perdagangan, koperasi, usaha mikro kecil, perkebunan, dan lainnya.

img
img
Konsep Program icon

Peti Koin Bermantra

Pemberdayaan Usaha Ekonomi Produktif Masyarakat Pedesaan

Bagian dari program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan ekonomi dalam bentuk pemberdayaan kelompok masyarakat yang memiliki usaha produktif (usaha mikro/kecil) dengan pola keperantaraan pasar berbasis produk unggulan daerah.
Sasaran: kelompok masyarakat miskin produktif di sektor pertanian (dalam arti luas) di pedesaan.
Tujuan: meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat secara mandiri (*income generating*).

Keperantaraan Pasar (Market Linkages)

Menciptakan akses pasar baru / memperkuat yang sudah ada;
Melalui model bisnis antara UMK, Mitra Lokal, dan Mitra Swasta;
Mencakup transaksi jual beli, jasa, dan investasi;
Hasil akhirnya: peningkatan pendapatan UMK dan omzet mitra.
Tidak ada satu model bisnis baku — menyesuaikan kebutuhan dan konteks lokal.

Kolaborasi Program Multi-Stakeholder

Diperlukan kerjasama dan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mewujudkan masyarakat miskin Jawa Timur yang mandiri. Kolaborasi ini mencakup asistensi teknis, sumber daya manusia, pengetahuan, dan dukungan keuangan.